Jumat, 20 Juli 2012

Muka di Jendela

Muka di Jendela


 Nazreddin mendengar bahwa orang kaya dikotanya akan memberi sedekah kepada semua orang

miskin, Nazreddin ingin cepat cepat tiba disana, namun dia juga masih ada tugas yang harus

diselesaikan dirumah. Oleh karena itu Nazreddin mengerjakan semua pekerjaan rumahnya lebih

dahulu setelah selesai segera berlari lah Nazreddine menuju kerumah orang kaya tersebut.

Keika ia tiba disana, dilihatnya tidak ada seorangpun yang tampak. Nazreddin mengira bahwa

ia telah terlambat. Maka Nazreddin melihat rumah orang kaya itu dari jauh, dan tampaklah si

orang kaya itu sedang berdiri dijendela, maka segera Nazreddin kembali dan mengetuk pintu rumah itu.

Beberapa saat kemudian, keluarlah seorang pelayan dan berkata,"Maaf tuan, Tuan empunya

rumah sedang bepergian saat ini".

Nazreddin sangat kecewa, Karena dia tahu bahwa orang kaya itu telah berbohong padanya.

Nazrredin ingin marah tapi tidak menemukan alasan yang tepat.

Maka berkatalah Nazrredin kepada palayan itu,"Tidak apa-apa. Meskipun dia tidak memberi

sedekah untuk saya, namun saya ingin memberinya sebuah nasehat. Sampaikan kepada Tuan mu bahwa

jika ia ingin pergi keluar rumah, seharusnya ia jangan meninggalkan mukanya dijendela,

karena bisa dicuri oleh pencuri !"

Renungan

- Jangan berkecil hati bila orang lain telah mengingkari janjinya kepada kita dan jangan

   marah atau mengutuk jika terjadi hal demikian pada kita.

- Kita tidak mempunyai kuasa atau hak untuk memaksa orang memenuhi janjinya karena semua ini adalah

  atas kebaikan orang tersebut

- Penuhi janji yang telah buat, sekalipun janji itu untuk seorang yang rendah dan tak berarti

  apa apa bagi kita 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar