Muka di Jendela
Nazreddin mendengar bahwa orang kaya dikotanya akan memberi sedekah kepada semua orang
miskin, Nazreddin ingin cepat cepat tiba disana, namun dia juga masih ada tugas yang harus
diselesaikan dirumah. Oleh karena itu Nazreddin mengerjakan semua pekerjaan rumahnya lebih
dahulu setelah selesai segera berlari lah Nazreddine menuju kerumah orang kaya tersebut.
Keika ia tiba disana, dilihatnya tidak ada seorangpun yang tampak. Nazreddin mengira bahwa
ia telah terlambat. Maka Nazreddin melihat rumah orang kaya itu dari jauh, dan tampaklah si
orang kaya itu sedang berdiri dijendela, maka segera Nazreddin kembali dan mengetuk pintu rumah itu.
Beberapa saat kemudian, keluarlah seorang pelayan dan berkata,"Maaf tuan, Tuan empunya
rumah sedang bepergian saat ini".
Nazreddin sangat kecewa, Karena dia tahu bahwa orang kaya itu telah berbohong padanya.
Nazrredin ingin marah tapi tidak menemukan alasan yang tepat.
Maka berkatalah Nazrredin kepada palayan itu,"Tidak apa-apa. Meskipun dia tidak memberi
sedekah untuk saya, namun saya ingin memberinya sebuah nasehat. Sampaikan kepada Tuan mu bahwa
jika ia ingin pergi keluar rumah, seharusnya ia jangan meninggalkan mukanya dijendela,
karena bisa dicuri oleh pencuri !"
Renungan
- Jangan berkecil hati bila orang lain telah mengingkari janjinya kepada kita dan jangan
marah atau mengutuk jika terjadi hal demikian pada kita.
- Kita tidak mempunyai kuasa atau hak untuk memaksa orang memenuhi janjinya karena semua ini adalah
atas kebaikan orang tersebut
- Penuhi janji yang telah buat, sekalipun janji itu untuk seorang yang rendah dan tak berarti
apa apa bagi kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar