Jumat, 17 Agustus 2012

Kisah Jenaka Nazreddin - Nazreddin dan Raja

Kisah Jenaka Nazreddin - Nazreddin dan Raja

Nazreddin sangat terkenal karena pintar dan bijaksana. Maka sang Raja mengundang Nazreddin untuk ikut serta berburu dengan sang Raja didalam hutan sekitar istananya. Untuk mencapai hutan yang tidak jauh dari istana sang Raja, mereka harus berjalan berputar sepanang garis pantai baru akan mencapai hutan yang dimaksud. 

Ketika mereka sedang beristirahat ditepi pantai, sang Raja mencuci tangan dan mukanya dengan air laut, dan mencicipi rasa asin air laut.  

Lalu sang Raja bertanya kepada Nazreddin "Nazreddin, bisakah engkau menjelaskan kepada saya, kenapa air laut rasanya asin?"
"Ya Yang Mulia. Ini adalah karena air laut tidak pernah bergerak, selalu tetap berada ditempatnya itu tidak mengalir kemana-mana. Dan sifat buruk manusia selalu ingin membuang sampah kedalam laut. Maka untuk menncegah agar air laut tidak menjadi busuk, nenek moyang kita yang terdahulu, telah menaburkan banyak garam kedalam air laut. Itulah sebabnya mengapa air laut sekarang rasanya asin,Yang Mulia" jawab Nazreddin dengan mantapnya..  

Sang raja merasa sangat puas dengan penjelasan ilmiah Nazreddin. Lalu rombongan sang Raja berangkat meneruskan perjalanan untuk berburu ke hutan. 

Kira-kira seratus  meter dari pinggiran hutan, sang Raja melihat reruntuhan sebuah rumah. Atapnya telah berserakan kemana-mana. Temboknya telah runtuh dan hampir rata dengan tanah. Di dinding yang runtuh itu bertengger seekor burung hantu yang sedang membangun sarangnya sambil berbunyi.  Gruuu ...gruuuu...gruuuuuuu...

Sang Raja bertanya "Nazreddin, apa yang dikatakan burung hantu itu kepada saya ?"
Nazreddin menjawab dengan sangat hati-hati "Burung hantu ini berkata, jika Yang Mulia tidak berhenti menyiksa rakyat dengan pajak yang tinggi mencekek leher, maka kerajaan Paduka Yang Mulia akan mengalami nasib yang sama dengan rumah ini, yaitu runtuh berantakan"   


Pesan Moral :

1.Tiada kuasa dan kekuatan yang kekal apalagi tidak dilengkapi dengan hati nurani baik
2. Nasehat tulus dan dilaksanakan akan menjadi fondasi pemerintahan yang baik 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar